PSK Asal China Palsukan Keperawanan Demi Harga Tinggi

Share Button

Aonberita.com – Selalu saja ada ulah manusia demi mencari nafkah menghalalkan berbagai cara. Bermacam aktivitas ilegal layaknya prostitusi, perdagangan anak, penebangan liar dan lain-lain sudah menjadi hal yang biasa dilakukan bagi sebagian orang. Tetapi ternyata tidak jarang juga yang berbuat licik bahkan dalam profesi ilegal ini, seperti kejadian di China yang baru saja terjadi belakangan ini.

Kepolisian China berhasil mendapatkan informasi dan lantas mengambil tindakan terhadap jaringan prostitusi di Xuzhou, provinsi Jiangsu. Jaringan prostitusi tersebut melakukan operasi dengan cara menjebak beberapa pria hidung belang yang menawarkan sejumlah uang untuk gadis yang masih memiliki keperawanan dan berniat untuk menjualnya demi mencari uang untuk biaya pengobatan ibu mereka yang sakit.

Aonberita.com

Seperti dikutip dari China News, jaringan prostitusi ini mencari klien dengan pesan singkat atau aplikasi chat seperti MoMo, QQ, atau WeChat. Jaringan tersebut menyebarkan pesan yang memiliki maksud untuk menawarkan beberapa gadis yang masih “perawan” tersebut.

Kepolisian mengaku mendapatkan laporan ini dari masyarakat dan langsung memulai penyelidikan. Seorang polisi bertugas menyamar dan menjalin kontak dengan gadis PSK bernama Liu menggunakan aplikasi WeChat. Saat keduanya beradu muka, polisi ini langsung menangkap Liu. Liu pun mengaku bahwa dia mengetahui bisnis ini setelah seorang teman yang berasal dari kampung halamannya di Chongqing memberikan akses. Liu menambahkan, setidaknyaada 10 orang asal Chongqing yang ikut andil dalam operasi penipuan tersebut. Dengan informasi yang didapatkan dari Liu, polisi pun langsung bergegas menangkap pemimpin jaringan prostitusi tersebut, yang dikenal dengan nama Zhang, beserta belasan orang lainnya.

Menurut perwira polisi Hao Pengfei, jaringan prostitusi ini terorganisir dengan sangat baik. Daerah yang diketahui menjadi pusat operasinya adalah Chingqing, Shanghai, Lainyungan, dan Zhengzhou. Dan ia juga menjelaskan tiap orang dalam operasi ini diberikan tanggung jawab yang berbeda. Jika operasi dilakukan di lokasi baru, maka pemimpin jaringan akan membeli data personal melewati jalur ilegal.

Pengfei juga mengungkapkan cara mereka untuk memalsukan keperawanan para gadis. Para pelaku bernama Sun, Li, dan Liu, memanfaatkan darah belut dan spon sebagai darah perawan mereka. Harga yang dipatok untuk para gadis “perawan” ini berkisar dari 2000 yuan hingga 10.000 yuan. Dan dikabarkan sejauh ini mereka berhasil meraup ratusan ribu yuan.

 

[ Aonberita ]

Share Button

Comments

comments