Liga Jerman Kembali Catatkan Rekor Pendapatan

Share Button

Liga Jerman Kembali Catatkan Rekor Pendapatan

f4cfee62-d618-4da1-b2f7-be2114966db8_169

Cologne – Liga Jerman kembali mencatatkan rekor pendapatan untuk kali 11 secara beruntun. Pemasukan di musim 2014/2015 mengalami kenaikan 7% dari musim sebelumnya.

Liga Jerman sepanjang musim 2014/2015 lalu mencatatkan pemasukan total sebesar 2,62 miliar euro. Jumlah itu meningkat tujuh persen atau sekitar 176 juta euro dari musim kompetisi sebelumnya, sebagaimana dilaporkan CEO Bundesliga Christian Seifert di Cologne, Rabu (27/1/2016) dan dilansir situs resmi Bundesliga.

Sepanjang musim kompetisi tersebut seluruh 18 klub yang ikut serta menghasilkan pendapatan setelah pajak sebesar 51 juta euro. Angka ini naik sebesar 31% dari tahun kompetisi sebelumnya.

Sebagai tambahan, 17 dari total 18 klub tersebut mencatatkan keuntungan di level EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi). Dengan jumlah total 454,5 juta euro, EBITDA juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 16,3%.

Dalam laporannya, Seifert turut mengungkapkan bahwa Bundesliga mencatatkan rekor ekuitas sebesar 1 miliar euro. Di lain sisi, liabilitas atau hutang yang harus dibayarkan mengalami penurunan sebesar 46,5 juta euro.

“Struktur yang profesional dan berkelanjutan, situasi finansial yang sehat, adalah fondasi untuk kesuksesan di olahraga. Kami di DFL (Asosiasi Sepakbola Jerman) terus bekerja di berbagai level untuk menajaga kesuksesan Bundesliga,” ujar Seifert seperti dikutip Reuters.

Bundesliga sejauh ini dikenal sebagai salah satu kompetisi yang berjalan paling baik dan terjangkau oleh para penggemar. Meski demikian, tim-tim Liga Jerman terkecuali Bayern Munich kerap kali menghadapi tantangan dari Premier League dalam hal transfer pemain.

Gelontoran gaji yang lebih besar di Premier League menjadi godaan besar untuk para pemain potensial di Jerman. Klub-klub Premier League sendiri diuntungkan dengan nilai hak siar yang amat besar dan pembagiannya yang merata.

Share Button

Comments

comments