Berita Travel – Wayag, Keindahan dari Raja Ampat yang Tak Ada Habisnya

Share Button

Berita Travel – Wayag, Keindahan dari Raja Ampat yang Tak Ada Habisnya

7d0d4f1e-4355-46c8-ac4f-b60ca5223fbf_169

Berita Travel, AonBerita-   Menyebut Raja Ampat, tentu tidak lepas dari Kepulauan Wayag yang ikonik. Baik bagi yang sudah atau belum mampir, keindahan Wayag tak pernah ada habisnya.

Kepulauan batu kapur Wayag telah menyihir wisatawan domestik hingga mancanegara untuk datang. Ya, semua orang mengakui keindahan Wayag di Raja Ampat. Dihimpun oleh detikTravel, Kamis (21/4/2016), ibaratnya tidaklah lengkap liburan ke Raja Ampat jika tidak mengunjungi Wayag.

Bagi traveler yang belum tahu, Kepulauan Wayag berada di bagian Utara Pulau Waigeo dan Waisai yang merupakan ibukota administratif Kabupaten Raja Ampat. Dibutuhkan perjalanan laut via kapal boat sekitar 4-6 jam, tergantung kecepatan kapal.

Di Wayag, traveler akan disuguhkan pemandangan gugusan batu kapur dengan beragam ukuran yang ditumbuhi tanaman hijau di atasnya. Unik memang, sekilas traveler seperti melihat indahnya panorama ala kisah dongeng yang sungguh nyata.

Namun tidaklah lengkap jika hanya melihat Kepulauan Wayag dari perahu saja. Naiklah ke atas Pulau Karang untuk melihat seluruh keindahan Wayag dari ketinggian. Dari atas, tampak jelas variasi kedalaman laut yang dimulai dari warna hijau toska hingga biru pekat. Sangat dramatis.

Tapi untuk melihatnya, traveler harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Pertama Anda harus lebih dulu menuju Kota Sorong di Papua Barat. Dari sana pergilah ke Pelabuhan Sorong untuk naik kapal reguler menuju Waisai sebelum lanjut ke Wayag. Harga tiket ferri regulernya adalah 100-130 ribu rupiah pada hari Senin, Rabu dan Jumat.

Jika sudah sampai Waisai traveler juga harus membeli kartu tanda masuk dari pihak Pemkab Raja Ampat dan Dinas Kelautan dan Perikanan yang berlaku untuk satu tahun terhitung waktu masuk.

Untuk wisatawan domestik, harganya adalah Rp 500 ribu per kepala. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara dikenakan biaya USD 100 atau sekitar Rp 1,3 juta per kepala. Sedikit mahal memang, tapi dana itu digunakan untuk biaya operasional dan konservasi Raja Ampat. Hitung-hitung menyumbang untuk kebaikan.

Selain membayar kartu tanda masuk, wisatawan juga perlu menyewa kapal boat seharga 4-9 juta per hari dan sudah termasuk bensin. Tidak usah kaget, biaya bensin di Raja Ampat memang cukup mahal. Bisa sampai dua kali lipat harga bensin per liter di Sorong.

Kalau ditotal-total, satu orang bisa mengeluarkan uang lebih dari 8 juta jika ingin liburan ke Wayag di Raja Ampat. Namun jumlah tersebut bisa kurang jika Anda datang secara rombongan dan mendapat tiket harga promo ke Sorong serta penginapan yang murah. Liburan ke Raja Ampat memang tidak murah.

Namun jika ingin, Anda bisa melihat indahnya Wayag dan Raja Ampat secara gratis dan live dari dari video perjalanan drone Elang Nusantara yang diprakarsai oleh Telkomsel. Saat ini dronenya tengah terbang dari Waisai menuju Sorong.

Melalui program Ekspedisi Langit Nusantara, Telkomsel akan mengungkapkan pesona Indonesia melalui video yang diambil dari dua drone berjenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang melintasi lebih dari 50 kota di Indonesia selama sebulan penuh.

Cukup dengan mengakses situs Elang Nusa traveler dapat mengikuti perjalanan drone secara lengkap di atas Raja Ampat, baik melalui live streaming maupun rekaman. Anggap saja pemanasan sebelum datang ke Wayag di Raja Ampat secara langsung.

[aonberita]

Share Button

Comments

comments