Berita Travel – Mengenal Lebih Dekat Kehidupan Kampung Baduy Dalam

Share Button

Berita Travel – Mengenal Lebih Dekat Kehidupan Kampung Baduy Dalam

1

Berita Travel, AonBerita- Selain melancong ke pesisir, Baduy juga memiliki keindahan budaya yaitu Kampung Baduy. Datang dan rasakan sendiri pengalamannya.

Banten tidak hanya dikenal dengan Pulau Sangiangnya saja. Banten punya banyak destinasi wisata yang patut dikunjungi. Salah satunya yaitu Desa Ciboleger atau biasa di sebut dengan Kampung Baduy.

Kampung Baduy adalah di mana Kampung yang sangat jauh dari Kota Banten sendiri. Kampung ini berada di tengah-tengah hutan yang cukup susah dijangkau. Medannya pun sangat luar biasa extrem di kala musim hujan tiba.

Kampung Baduy dibagi menjadi dua bagian, yaitu Kampung Baduy Luar dan Kampung Baduy Dalam. Perbedaannya pun tidak jauh.

Kampung Baduy Luar adalah di mana kehidupan suku Baduy yang terbilang cukup modern dibanding suku Baduy dalam. Lokasinya pun tidak sejauh Kampung Baduy dalam. Masyarakat Kampung Baduy Luar berpakaian lebih modern atau berpakaian layaknya masyarakat biasa. Sedangkan Kampung Baduy dalam ciri khas berpakainnya lebih dominan berwarna putih yang berbahan tenun dan berikat kepala.

Memasuki perkampungan Baduy Dalam banyak peraturan yang mesti di taati. Salah satunya tidak boleh mengaktifkan alat elektronik, contohnya ponsel dan kamera.

Di dalam Kampung Baduy Dalam terdapat kurang lebih 97 rumah yang dikepalai oleh Kepala Desa. Yang masing-masing rumahnya saling berhadap-hadapan. Ada satu rumah yang tidak berhadapan, yaitu rumah Kepala Desanya. Uniknya rumah Kepala Desanya dijaga atau di silangkan oleh bambu yang di mana kita tamu disana tidak di perbolehkan masuk ke dalam atau arah rumah Kepala Desa tersebut.

Di depan rumah Kepala Desa ada halaman yang cukup luas yang biasa digunakan untuk upacara adat seperti Upacara adat Kuali dan Upacara Tanam Padi. Jika malam hari tiba suasana pun semakin sunyi dan gelap gulita. Dikarenakan tidak ada listrik, masing-masing rumah hanya mengandalkan api unggun atau lampu minyak sebagai penerangan.

Tidak ada toilet dan kamar mandi, semua aktifitas mandi, cuci, buang air, dan lainnya dilakukan di sungai. Tidak perlu takut akan airnya kotor.

Di sana airnya sangatlah jernih karena memang tidak diperbolehkan menggunakan kosmetik, sabun, dan bahan kimia lainnya yang dapat merusak alam. Menurutnya dengan menggunakan air saja sangatlah cukup, cukup bersih untuk melakukan segala kehidupan sehari-hari.

Masyaratnya pun sangat menaati adat istiadat. Karena jikalau ada yang melanggar bisa dikeluarkan dari Kampung Baduy Dalam atau bisa kena masalah yang sangat besar.

[aonberita]

Share Button

Comments

comments