Berita Travel – Melihat Perkembangan Pembangunan Museum Islam Nusantara di Jombang

Share Button

Berita Travel – Melihat Perkembangan Pembangunan Museum Islam Nusantara di Jombang

Melihat Perkembangan Pembangunan Museum Islam Nusantara di Jombang

Berita Travel, AonBerita- Libur long weekend di Jombang, kamu bisa mampir ke Museum Islam Nusantara. Rencananya, di museum ini akan ada aneka benda bersejarah tentang Islam di Nusantara.

Berziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, belum lengkap rasanya jika tak menyambangi Museum Islam Nusantara Hasyim Asyari (MINHA). Meski belum rampung dibangun, setidaknya pengunjung bisa berfoto sembari menikmati keindahan desain gedung museum yang menyerupai piramida itu.

MINHA terletak di kawasan makam Gus Dur di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Museum ini berdiri di atas lahan seluas 4,9 hektare. Gedung museum ini mempunyai desain yang unik.

Bangunan lima lantai itu menyerupai piramida atau berbentuk limas segi empat. Sayangnya, proses pembangunan yang belum rampung membuat pengunjung hanya bisa menikmati gedung museum dari luar. Para pekerja terlihat membangun pagar museum dan finishing interior.

Selain gedung MINHA, di atas lahan 4,9 hektare saat ini telah berdiri sebuah Monumen At Tauhid. Monumen berbentuk kubus dengan air mancur di sekelilingnya itu dihiasi 99 Asmaul Husna atau sifat-sifat Alloh SWT. Pada puncak monumen terdapat lafal Alloh dalam tulisan arab.

Sementara di sekitar monumen dan museum dihiasi taman yang cukup hijau. Tempat permainan anak, musala, dan kios pedagang akan segera dibangun untuk memanjakan wisatawan. Fasilitas yang rampung hanya tempat parkir seluas 600 meter persegi dan belasan toilet pada sisi utara museum.

Saat ini pembangunan belum selesai, masih menyisakan pengerjaan interior museum,kata Kepala UPTD Pengelolaan Kawasan Wisata Religi Makam Presiden RI ke Empat KH Abdurrahman Wahid Disporabudpar Kabupaten Jombang, Purwanto.

Meski berdiri begitu megah, ternyata tak banyak peziarah yang tahu fungsi gedung berbentuk unik tersebut. Padahal, gedung MINHA terletak di jalur bagi peziarah yang memilih berjalan kaki menuju ke kompleks makam keluarga Gus Dur. Kebanyak peziarah hanya dibuat penasaran. Sebagian dari peziarah memilih berfoto dengan background museum.

Sudah beberapa kali ziarah, baru pertama kali ini melihat ada bangunan ini,kata Hasan Asyari (45), peziarah asal Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul.

Hal senada dikatakan Fatkhul Anwar (46), peziarah asal Desa Keling, Kecamatan Ngepung, Kabupaten Kediri. Berkunjung bersama rombongan tetangga satu kampungnya, dia mengaku baru kali ini melihat adanya bangunan MINHA.

Dua tahun lalu saya ke sini belum ada gedung ini. Baru tahu tadi saya tanya ke tukang banguban, katanya ini gedung museum, belum tahu museum apa,ujarnya.

Kendati begitu, Anwar berharap pemerintah segera menuntaskan pembangunan MINHA.Kalau bisa cepat selesai, supaya kami bisa berkunjung bersama keluarga. Adanya museum ini bagi generasi kita akan lebih tahu untuk mendalami sejarah perjuangan para ulama yang tak bisa diabaikan,cetusnya.

Pembangunan MINHA dimulai tahun 2012 lalu melibatkan Pemkab Jombang, Pemprov Jatim, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Proyek yang digarap PT Brantas Abipraya ini menelan anggaran Rp 30 miliar dari APBN. Museum ini target selesai Agustus 2015 lalu saat Muktamar NU ke 33 digelar di Kabupaten Jombang. Namun, sejumlah kendala membuat mega proyek ini sampai saat ini tak kunjung tuntas.

MINHA sendiri akan digunakan untuk memajang berbagai benda bersejarah terkait Islam di Nusantara. Berbagai informasi terkait sejarah masuk dan bekembangnya Islam di Nusantara, hingga pada zaman perjuangan melawan penjajah, zaman pergerakan nasional dan pada era reformasi juga akan disuguhkan kepada para pengunjung. Tak ketinggalan juga memajang peninggalan-peninggalan tokoh pendiri ormas Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asyari.

[aonberita]

Share Button

Comments

comments