Berita Travel – Keseruan Laskar Gerhana Saat Bertualang di Ternate

Share Button

Berita Travel – Keseruan Laskar Gerhana Saat Bertualang di Ternate

ssa

Berita Travel, AonBerita-  Sebelum menyaksikan gerhana matahari total, berbagai kegiatan seru dilakukan para Laskar Gerhana. Dari mengunjung benteng hingga wisata kuliner.Senin, 7 Maret 2016 yang lalu perjalanan dari Purwokerto menggunakan moda kereta api menuju Jakarta dimulai. Sampai di stasiun langsung menuju Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta, yang merupakan titik kumpul Laskar Gerhana Matahari Total Ternate detikcom.Peserta batch 1-batch 3 dengan penuh semangat dan antusias mulai check in boarding di konter Sriwijaya Air. Sriwijaya Air merupakan salah satu sponsor perjalanan wisata gerhana ke Ternate.

Kami di batch 2 berangkat 9 peserta dari berbagai kota. Ada Supratikno dari Medan, Evrina dari Depok, Mas Nuzulul dari Lamongan, Setyo, Rafika, Willy, Degi dari Jakarta, Dito dari Surabaya dan saya Yusuf dari Purwokerto.Dari Jakarta berangkat hari Selasa, 8 Maret 2016 jam 02.00 WIB. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 3 jam, di atas pesawat Sriwijaya Air kami dilayani dengan sangat ramah oleh para kru dan pramugari yang cantik. Kami juga mendapat sarapan dan minuman hangat di pagi hari dari Sriwijaya Air.

Pukul 07.30 WIT akhirnya kami mendarat dengan selamat di Bandara Sultan Baabullah Ternate. Di sini waktu 2 jam lebih cepat dari Jakarta. Di Bandara kami dijemput kru detikcom.Setelah briefing, kami berfoto bersama untuk kemudian sarapan pagi di Dhuafa Center yang berlokasi di pusat kota Ternate. Kami sarapan nasi kuning khas Ternate, kering tempe, kacang serta telur dan sambal ditambah  daging ikan lautnya sungguh nikmat dan sangat lezat.

Setelah sarapan kami diajak berkeliling Kota Ternate menuju lokasi heritage benteng Kastela. Benteng Kastela terletak di Kelurahan Kastela Kecamatan Pulau Ternate, arah selatan pusat Kota Ternate.Ini merupakan Benteng pertama yang dibangun oleh penjajah portugis pada tahun 1522. Di benteng inilah Sultan Khairun dibunuh oleh Portugis pada tahun 1570 dan mayatnya kemudian dibuang ke laut. Kondisi Benteng Kastela terlihat sudah tidak utuh.

Setelah puas foto-foto kami kemudian diajak menuju Danau Ngade atau Danau Laguna. Terletak di Desa Ngade, Kelurahan Fitu, Kecamatan Kota Ternate Selatan, Propinsi Maluku Utara. Berjarak sekitar 18 km dari Kota Ternate.
Karena letaknya yang berada di Desa Ngade, danau ini sering disebut dengan nama Danau Ngade. Danau Laguna menawarkan keindahan alam yang memesona bagi Laskar Gerhana. Kami dimanjakan dengan bentangan panorama danau yang di kelilingi bukit yang menghijau, laut yang membiru dan Pulau Tidore yang sangat indahWisata sejarah selanjutnya adalah Benteng Kalamata. Di tengah terik matahari dan semilir angin laut kami mengelilingi Benteng Kalamata. Benteng didesain menyerupai empat penjuru mata angin yang memiliki empat bastion berujung runcing dan lubang bidik meriam.

Benteng Kalamata berada di garis pantai dan bagian belakang benteng terlihat Pulau Tidore dan Maitara. Benteng Kalamata pertama kali dibangun oleh Portugis (Fransisco Serao) pada tahun 1540 untuk menghadapi serangan Spanyol. Kalamata sendiri berasal dari nama Pengeran Kalamata, yakni adik dari Sultan Ternate Madarsyah.
Selanjutnya kami diajak menuju Royal Restaurant menuju untuk santap siang dan mengikuti Talkshow Gerhana Matahari Total yang akan berlangsung di Ternate pada tanggal 9 Maret 2016.

Narasumber talkshow dari detikcom, Melanie Subono, LAPAN, BAKAMLA. Laskar Gerhana mendapatkan pengetahuan bagaimana cara melihat gerhana matahari total secara aman dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan agar pengamatan berjalan lancar.

Sore hari setelah talkshow, Laskar Gerhana diajak menuju Pantai Sulamadaha untuk snorkeling. Kami beramai-ramai menuju Pantai Sulamadaha menggunakan perahu dengan total rombongan ada sekitar 30 peserta.
Setelah sampai di pantai, kami disuguhkan makanan khas Ternate yaitu pisang mulu bebe yang dicocol sambal serta minuman hangat air guraka atau air jahe yang ditaburi kacang kenari dan bisa ditambahkan susu.

Air laut yang sangat bening dan aneka koral di bawah laut sungguh sangat indah. Seluruh laskar menceburkan diri ke laut dan bersuka ria bersama dengan menggunakan pelampung dan kacamata snorkeling.
Setelah puas lebih dari satu jam snorkeling, kami kemudian makan malam ikan bakar di Terminal Gamalama Kota Ternate, tempat yang sangat asyik untuk makan ikan bakar.

Setelah perut kenyang, para Laskar Gerhana menuju ke hotel Vellya untuk beristirahat. Karena besok subuh harus sudah bangun untuk mempersiapkan fisik dan bergabung di atas kapal Bakamla, yang sudah menanti di dermaga untuk membawa para Laskar Gerhana ke tengah lautan Ternate menikmati Gerhana Matahari Total.

[aonberita]

Share Button

Comments

comments