Berita Travel – Ini 6 Tren Travel yang Akan Terjadi Tahun 2017

Share Button

Berita Travel – Ini 6 Tren Travel yang Akan Terjadi Tahun 2017

Siap-siap, Ini 6 Tren Travel yang Akan Terjadi Tahun 2017

Berita Travel, AonBerita-  Seiring tahun berganti, tren liburan baru pun bermunculan. Di tahun 2017, sudah ada sejumlah prediksi gaya liburan traveler yang bakal jadi tren.

Tren liburan dunia di tahun 2017 sedikit banyak juga ikut terjadi di Indonesia. Dari traveling yang begitu mengandalkan internet untuk mengurus berbagai hal, hingga jalan-jalan tapi bisa juga sambil bekerja.

berikut tren travel yang akan terjadi tahun ini:

1. Semuanya serba online

Dengan teknologi yang semakin maju dan maraknya penggunaan smartphone serta mudahnya akses internet, traveler masa kini begitu mengandalkan ponsel dan internet untuk mengatur berbagai hal terkait liburan.

Banyak traveler yang senang untuk merencanakan liburan dengan cara mudah melalui ponsel. Begitu pula dengan penggunaan aplikasi traveling yang makin menjamur. Baik itu untuk memesan tiket pesawat, hotel hingga informasi penunjuk arah bisa dilakukan hanya dalam genggaman tangan lewat aplikasi di smartphone.

Traveler makin banyak yang gemar mencari tahu anjuran hal-hal apa yang harus dilakukan selama traveling lewat aplikasi. Beragam aplikasi seperti yang membantu menghilangkan jetlag atau destinasi mana yang harus dikunjungi di suatu kota misalnya, kini semakin digemari.

2. Traveler liburan untuk menenangkan diri

Liburan sudah menjadi gaya hidup dan kebutuhan dari berbagai kalangan traveler. Traveling tak sekadar bersenang-senang saja mengeskplor destinasi baru, tapi juga sebagai kesempatan untuk kabur sejenak dari rutinitas kerja serta hiruk pikuk isu tertentu yang bikin gerah.

Makin banyak traveler yang mulai memaksimalkan cuti tahunannya untuk berlibur. Liburan ini menjadi ajang untuk relaksasi, menenangkan diri. Destinasi seperti wisata spa dan yoga pun bakalan makin digemari.

3. Liburan sekalian kerja

Pekerjaan yang memungkinkan untuk banyak traveling kian disukai. Mulai pertengahan tahun lalu, masyarakat dunia banyak melakukan ‘business leisure’ atau ‘bleisure’ alias bekerja sekaligus jalan-jalan.

Trip mengurus pekerjaan di luar kota atau bahkan di luar negeri dimanfaatkan untuk sekalian bersantai menikmati destinasi wisata di sana. Tentunya pekerjaan tetap jadi prioritas, tapi jalan-jalan tetap tak terlupa. Bahkan kabarnya mulai banyak yang tertarik dengan pekerjaan bergaji rendah apabila memungkinkan mereka untuk bekerja sambil traveling.

Program-program yang menawarkan liburan dan bisa pulang membawa uang hasil bekerja ini banyak pilihannya. Salah satunya yang ditawarkan oleh Pemerintah Australia, yaitu Work and Holiday Visa (WHV) untuk masyarakat Indonesia. Kuotanya mencapai 1.000 orang per tahun semenjak 2012.

4. Ingin mencari destinasi yang anti mainstream

Banyak sekali destinasi wisata di dalam dan luar negeri yang belum terekspos. Jiwa petualang traveler makin membuncah untuk menjelajahi tempat-tempat yang anti mainstream, yang belum pernah dikunjungi oleh teman-temannya.

Trekking di pegunungan dan menemukan ‘hidden gems’ seperti air terjun cantik atau desa terpencil kian disenangi. Para petualang juga kebanyakan mulai mencoba bepergian mandiri. Mereka merencanakan itinerary sesuai keinginan liburan masing-masing dengan cara yang otentik.

5. Traveler akan lebih pemilih

Minat traveling setiap orang tak selalu sama. Traveler menjadi lebih pemilih untuk minat traveling sesuai idaman masing-masing. Misalnya saja, di tahun ini para petualang akan lebih memilih traveling yang lebih dekat dengan alam serta yang lebih ramah lingkungan.

Untuk jalur perjalanan pun tak selalu semua orang ingin lewat di jalanan utama. Banyak yang ingin menelusuri jalur alternatif untuk bisa menemukan keindahan alam yang belum banyak orang tahu.

6. Traveler makin dimanjakan dengan beragam rute penerbangan baru

Seiring makin banyak penggemar traveling ke kota-kota yang tidak mainstream, rute-rute penerbangan baru pun terus bermunculan. Dalam sepuluh tahun terakhir, maskapai dunia telah menambah sekitar 10 ribu rute baru dan menghubungkan lebih dari 37.000 kota.

[aonberita]

Share Button

Comments

comments