Berita Travel – Air Terjun Parapa, Surga di Kabupaten Sigi

Share Button

Berita Travel – Air Terjun Parapa, Surga di Kabupaten Sigi

0

Berita Travel, AonBerita- Banyak destinasi yang indah luar biasa di Indonesia, tapi masih jarang wisatawan datang ke sana. Di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, ada Air Terjun Parapa yang menawan.

Desa Tongoa, Kecamatan Palopo, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulteng menyimpan destinasi yang sangat indah. Dengan perjalanan sekitar 3 km dari jalan raya menuju hulu sungai maka traveler akan menemukan Air Terjun Parapa.

Air Terjun Parapa berada di Dusun Dongi-Dongi, Desa Tongoa, Kecamaan Palolo, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengah. Meskipun berada di tengah hutan rimba yang masih rapat, untuk menuju Air Terjun Parapa cukup mudah.

Perjalanan menuju Air Terjun Parapa dapat ditempuh dengan kendaraan umum/pribadi dari Palu kurang lebih 1,5 jam melalui Trans Palu-Napu. Traveler dapat berhenti di KM 70 dari Palu, kemudian masuk ke sebelah kanan jalan.

Dari tempat ini sudah terlihat bentang alam yang sangat indah. Warna hijau mendominasi suasana. Perjalanan menuju Air Terjun Parapa akan diawali melalui kebun coklat milik warga. Kemudian akan menyeberangi sungai kecil dan memasuki hutan yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu.

Mengingat lokasi air terjun berada dalam Taman Nasional maka sebaiknya sebelum mengunjungi, traveler disarankan untuk melaporkan diri ke kantor Taman Nasional di Palu. Dengan melaporkan diri maka traveler sekaligus akan mendapatkan informasi sekaligus arahan untuk menuju lokasi.

Taman Nasional Lore Lindu sudah mempunyai masyarakat binaan yang biasa menjadi guide para traveler untuk mengunjungi Air Terjun Parapa. Traveler akan melewati jalur dan medan yang cukup menantang.

Berkali-kali traveler harus menyeberangi sungai kecil yang sangat jernih namun alirannya cukup deras. Ketinggian sungai yang diseberangi tidak melebihi lutut. Sungai ini merupakan bagian hulu aliran Air Terjun Parapa.

Jalur sepanjang 3 km yang dilewati, selain sungai, akan disuguhi lebatnya hutan rimba. Suasana sangat teduh dan segar. Namun jika dirasakan jalur yang dilewati terus menanjak.

Beberapa titik traveler akan berhadapan dengan batuan yang licin, di titik lain traveler akan berjuang melewati batu-batu tajam. Lebatnya tanaman akan menuntut traveler untuk sedikit menunduk atau melompati batang pohon. Semuanya menjadi kombinasi perjalanan yang sangat menantang.

Setelah 3 km berjalan atau sekitar 1,5 jam waktu tempuh, traveler akan menemukan Air Terjun Parapa. Dari jarak 30m dijamin traveler akan basah kuyup. Air yang jatuh membentuk air terjun sangat kuat dan debit yang cukup besar. Jika diamati maka akan terdapat dua tingkat air terjun dan pada tingkat utama air terjun terlihat menyembur, bukan jatuh.

Bagi para traveler yang ingin mengunjungi Air Terjun Parapa maka disarankan untuk menggunakan sepatu boot tahan air yang dijual bebas dan harga terjangkau di pasar. Selain itu sebaiknya traveler membawa sedikit beban (daypack), peralatan lain dapat dititipkan atau ditinggal di dusun terdekat.

Traveler yang hobi fotografi sebaiknya antisipasi dengan casing anti air atau sekaligus gunakan kamera tahan air. Tidak lupa yang wajib dibawa adalah pakaian ganti, karena dipastikan traveler tidak tahan untuk tidak mencumbui jernihnya air sungai dan deranya air terjun Parapa.

[aonberita]

Share Button

Comments

comments