Berita Travel – Agrowisata Kaligua di Jawa Tengah, Cantik Namun Tersembunyi

Share Button

Berita Travel – Agrowisata Kaligua di Jawa Tengah, Cantik Namun Tersembunyi

0

Berita Travel, AonBerita- Ada satu destinasi wisata yang cantik namun tersembunyi di Jawa Tengah. Agrowisata Kaligua yang peninggalan Belanda, mesti traveler kunjungi jika lewat Slawi.

Lelah rasanya jika bermacet ria di jalur Slawi-Purwokerto yang terkenal padat, namun berkontur jalan buruk. Ketika berhenti untuk isi bensin di sekitar Paguyangan, Kabupaten Brebes, entah angin apa yang membuat saya bertanya pada penjaga toilet.

Pak, ada tempat bagus buat istirahat tidak di sini? Semacam ‘surga rahasia’ gitu?

Dengan ekspresi wajah datar namun serius, penjaga itu menyebutkan satu nama: Kaligua.

Dia menjelaskan rute yang harus untuk saya ambil untuk mencapai sana, namun gagal memuaskan napsu keingintahuan tentang apa saja yang bisa kita lakukan di Kaligua. Untungnya itu menambah rasa penasaran saya untuk pergi ke sana.

Terbayang di benak kami sekeluarga perjalanan yang menyenangkan menuju obyek wisata. Kenyataan berbeda 180 derajat saat jalan yang dilewati tergolong rusak, menanjak, dan curam. Rasa senang berubah menjadi ngeri-ngeri sedap. Istri menjerit berkali-kali setiap melirik ada jurang menganga di sisinya. Sepuluh kilometer kami merasakan sensasi itu. Tidak kurang, tidak lebih.

Tapi rasa berubah menjadi kegembiraan tatkala perkebunan sayur dan teh menghampar. Rasanya seperti menemukan harta karun di balik bukit ‘mengerikan’. Rasanya seperti melihat surga.

Inilah Kaligua, sebuah agrowisata peninggalan Belanda yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jawa Tengah. Terletak di lereng barat Gunung Slamet dengan ketinggian 1.200-2.050 mdpl.

Kedatangan kami disambut penjaga loket masuk. Mereka menjelaskan beberapa spot unik di Kaligua, seperti gardu pandang Gunung Slamet, pabrik teh hitam, sejumlah vila yang disewakan, Gua Jepang, Tuk Benih, Gua Angin, dan makam pendiri kebun Van De Jong.

Saya lebih tertarik pada gardu pandang Gunung Slamet dan memutuskan ke sana. Namun jalanan semakin menanjak dan licin. Kami harus mengatur ulang tujuan kami. Kami putuskan untuk menikmati lokasi utama agrowisata saja.

Lokasi pertama adalah villa yang dapat disewakan. Terlihat menyenangkan jika dapat menginap di sini. Apalagi kabarnya sering ditemukan binatang hutan melintas, membuat sensasi malam kami pasti luar biasa.

Sayang kami hanya berniat mampir, tidak memungkinkan untuk menginap saat itu. Tidak jauh dari sana, terlihat pabrik teh tua yang masih gagah. Asap mengepul dari cerobong, menunjukkan ia belum mau menyerah pada usia.

[aonberita]

Share Button

Comments

comments