Berita Kuliner – Ini 5 Mitos Soal Teh yang Perlu Diluruskan

Share Button

Berita Kuliner – Ini 5 Mitos Soal Teh yang Perlu Diluruskan

090342_cover1

Berita Kuliner, AonBerita-  Teh merupakan minuman yang terbanyak dikonsumsi di dunia setelah air putih. Karena itu banyak mitos soal manfaat kesehatan juga tentang cara menyeduhnya.

Banyak mitos soal teh yang beredar dan tetap dipercaya masyarakat hingga kini. Seperti teh hijau lebih berkhasiat dibandingkan jenis teh lain. Teh harus pekat supaya berkhasiat. Benarkah demikian?

inilah lima mitos tentang teh yang perlu diluruskan.

1.Teh hitam mengandung lebih banyak kafein daripada teh hijau

Faktanya, setiap teh memiliki kandungan kafein, namun tidak sebanyak kopi. Biasanya, perusahaan-perusahaan yang memproduksi teh inilah yang dapat memecah kandungan kafein yang berbeda-beda pada tiap tehnya.

Banyak informasi yang menyebutkan bahwa teh hitam memiliki kandungan kafein lebih banyak dibandingkan teh hijau. Namun, tidak pernah ada yang dapat memastikan secara mutlak kandungan kafein dari setiap cangkir teh.

Kafein bisa saja dihilangkan dengan berbagai cara pengolahan, seperti menyeduh teh, melihat di mana dan bagaimana cara teh tersebut tumbuh, ukuran daun, atau cara pengolahan (roasting, aging, dan fermentasi).

Tidak semua teh hitam atau teh hijau memiliki takaran kafein yang sama. Teh yang sama dapat menghasilkan jumlah kafein yang berbeda, tergantung bagaimana cara teh itu diseduh.

Dalam sebuah studi Journal of Analytical Toxicology, peneliti mengukur kandungan kafein dari 20 produk teh umum. Hasilnya, mereka tidak menemukan korelasi antara jenis teh (hijau, hitam, oolong) dan kandungan kafein.

Semakin lama teh diseduh, maka jumlah kafein yang larut ke dalam cangkir Anda akan semakin bertambah.

2. Air mendidih dapat merusak teh

Cara menyeduh teh konvensional barat menyebutkan bahwa teh hitam harus diseduh dengan air mendidih hingga lembut.

Teh hitam dan oolong perlu diseduh dengan air lebih panas untuk mengektrak citarasanya. Sementara teh hijau rasanya lebih manis dan kurang pahitnya jika diseduh dengan air lebih rendah sushunya.

Namun, tidak semua jenis teh berlaku yang sama. Mungkin bisa dipakai aturan ini. 

Semakin panas air yang dididihkan, maka warna teh akan semakin gelap dan kuat rasanya. Atau semakin rendah suhu air, semakin manis pula rasa teh tersebut.
Pengecualian umumnya pada teh hijau Jepang yang harus diseduh dengan suhu pas agar terjadi keseimabangan rasa manis dan pahit. Jenis sencha dan macha baik diseduh dengan air bersuhu 70-75C. Sementara jenis Gyokuro perlu diseduh dengan air bersuhu 60 C.

Jika tak mau repot dengan suhu air, beli saja ketel eletronik yang dilengkapi info suhu digital sehingga mudah digunakan.

3. Teh hitam harus diseduh lebih lama dibandingkan teh hijau

Teh hijau tidak bisa diseduh terlalu lama. Untuk menyeduh teh hijau dibutuhkan waktu hanya satu hingga dua menit. Sedangkan teh hitam butuh diseduh sekitar lima menit. 

Namun hal tersebut tidak berlaku untuk daun yang berukuran lebih kecil atautidak utuh. Atau jumlah air yang dipakai untuk menyeduh (jumlah air banyak untuk diseduh lebih lama), atau cara menyeduh terbaik untuk jenis teh tertentu.

Misalnya, sekantong teh hitam celup hanya perlu 1-2 menit dseduh dalam mug. Sementara satu poci daun Teh Engslish Breakfast perlu waktu lebih lama.
Tiap merek teh umumnya memberikan petunjuk saran penyeduhan di dalam kemasannya. Sebaiknya ikuti saran tersebut agar mendapat air teh terbaik.

4. Teh organik memiliki kualitas tinggi

Permintaan akan teh organik semakin tinggi beberapa dekade terakhir. Ini membuat daerah perkebunan teh premium, seperti Darjeeling di India menanam teh organik agar tetap bisa bersaing di pasaran global. 

Namun, apakah penanaman teh-teh organik ini selalu berdampak baik bagi lingkungan?

Sama halnya dengan produk apapun, sertifikasi organik hanya sebuah label. Banyak dari perkebunan besar yang bersertifikasi organik, namun dalam praktiknya berbanding terbalik.

Teh organik tidak selalu memiliki kualitas lebih baik daripada teh non organik pada umumnya. Banyak teh organik yang pada kenyataannya memiliki kualitas buruk dibandingkan teh non organik.

Sampai saat ini para petani masih melakukan negoisasi untuk menemukan cara lain. Pasar teh organik juga sedang dalam taraf pengembangan. Sementara yang lain masih menggunakan cara konvensional.

5. Teh hijau lebih baik daripada teh lain

Banyak orang mengatakan bahwa dengan mengonsumsi teh hijau dibanding teh lain dapat memberikan manfaat positif untuk kesehatan. Apakah benar? 

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa teh hijau memiliki kandungan kafein lebih rendah dan memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Kenyataannya, teh hijau memang memiliki antioksidan lebih tinggi daripada teh hitam dan oolong.

Bukan berarti kandungan antioksidan pada teh hijau dapat dijadikan obat untuk menyembuhkan penyakit mulai dari alergi hingga kanker.

Teh populer digunakan sebagai obat tradisional selama ratusan tahun. Beberapa orang yang senang mengonsumsi teh memilih Tieguanyin yang nyaman di perut daripada teh hijau. Adapula yang mengalami sakit perut setelah mengonsumsi teh hijau sebelum makan.

Teh hijau menjadi lebih populer khasiatnya karena banyak riset yang dilakukan terhadap khasiat teh ini. Dibandingkan pada teh hitam, oolong dan white tea.

[aonberita]

Share Button

Comments

comments