Berita Kuliner – Di Negara Ini Ada Gerai Fast Food yang Tiru McDonald’s

Share Button

Berita Kuliner – Di Negara Ini Ada Gerai Fast Food yang Tiru McDonald’s

Di Negara Ini Ada Gerai Fast Food yang Tiru McDonalds

Berita Kuliner, AonBerita- Di kota ini tak ada gerai McDonald’s. Namun sebuah restoran persis mengikuti menu hingga logo jaringan cepat saji dari Amerika itu.

Melihat sepintas logo berbentuk M warna kuning, adanya antrean panjang dan anak-anak sedang memegang balon mungkin terbayang gerai McDonald’s buka kembali di kota Lugansk, timur Ukraina. Namun faktanya itu hanyalah restoran yang meniru konsep sekaligus tampilan McDonald’s.

Lugansk merupakan pusat separatis. McDonald’s pernah membuka gerai di sana. Tapi kemudian restorannya diambil alih oleh pemberontak.

Sejak dua bulan lalu, pebisnis lokal pun membuka kafe baru di gedung bekas McDonald’s. Ia hanya melakukan sedikit perubahan pada tempat itu. Bagian depan restoran telah dimodifikasi dan sekarang berbunyi Burger.

Restoran bernama Burger itu dibuat mengikuti McDonald’s. Termasuk menu yang ditawarkan. Di sana pengunjung mungkin tak akan menemui sajian Big Mac. Tapi mereka bisa menikmati burger yang sangat mirip dengan Big Mac. Pengunjung lokal juga menyebut makanan cukup sama dengan aslinya.

Itulah yang terjadi di sini. Pusat perbelanjaan dan kafe diambil alih oleh otoritas, mereka hanya mengubah namanya sedikit. Mereka tidak bisa menciptakan sesuatu yang baru,ujar Nikita, seorang pelajar usia 18 tahun yang jadi pengunjung Burger.
Nikita mengatakan dulunya biasa datang ke McDonald’s sebelum terjadi konflik antara pasukan Ukraina dan separatis pro-Rusia yang memecah kawasan industri ini. Konflik tersebut membuat McDonald’s menutup seluruh gerai restoran di daerah yang dikuasai pemberontak sejak tahun 2014.

Menurut Nikita, kini terjadi peningkatan harga signifikan sejak restoran buka kembali dibawah manajemen baru. Misalnya harga seporsi French fries yang mencapai 90 rubles (Rp 18.500).

Manajer Burger, Sergei, menyaimpaikan bahwa tingginya harga karena sulit melakukan pengiriman makanan ke wilayah yang didera konflik itu. Meski begitu ia meyakinkan kualitasnya telah meningkat.

Meskipun ada kesamaan dalam bahan, kami bukanlah McDonald’s. Terdapat perbedaan kualitas bahan, kami lebih baik. Kami membawanya beku dari Finlandia melalui Rusia,tambah Sergei.

Di wilayah timur Ukraina lainnya yang juga tempat kubu pemberontak, Donetsk, sudah ada dua restoran bekas McDonald’s. Restoran bernama DonMak itu buka sejak awal Juli. Baik logo, warna, kemasan hingga produk juga mirip dengan McDonald’s.

McDonald’s sendiri memberi pernyataan bahwa mereka tidak punya hubungan dengan kegiatan usaha di tempat bekas McDonald’s di Lugansk dan Donetsk. Perusahaan asal Amerika itu pun menyampaikan keluhannya pada pemerintah Ukraina mengenai penyitaan tempat secara ilegal di area konflik.

[aonberita]

Share Button

Comments

comments