Berita Hiburan – Belalang Menjadi Kupu Kupu Episode 30

Share Button

Berita Hiburan – Belalang Menjadi Kupu Kupu Episode 30

Berita Hiburan

Gue heran sama Amel, ga kaya biasanya dia bisa nangis sampe sebanjir ini. Sepertinya masalah nya sangat berat dan pelik. Gue khawatir dia kenapa2

Amel: aku takut kamu bakal berubah pikiran yang

Gue: berubah pikiran apa? Aku gapaham maksudmu. Kamu cerita Mel kalo ada apa2, kan ada aku..

Amel: kamu janji kan tetep sayang sama aku?

Gue: janji Mel

Amel: apa kamu ga malu punya pacar sudah tidak virgin?

Gue: lhoo.. emang kenapa? Bukan nya kita sering ngelakuin ya?

Amel:

FLASHBACK..

Namaku Amel, saat itu aku sedang berada di kelas 1 SMP di salah satu sekolah di ibu kota. Aku terlahir ntah apa ini sebuah karunia atau malah musibah. Postur badan ku sudah mulai terlihat lebih sintal dibanding teman2 perempuan di kelasku. Di usia ku yg masih 13 tahun, dada ku sudah tampak menonjol. Terkadang aku risih karena menjadi tontonan teman2 laki2 atau bahan omongan kakak kelas malah kalau olah raga aku selalu izin menggunakan jaket agar semua mata liar itu tidak memandangiku

Banyak teman2 laki2 yg mencoba mendekatiku termasuk kakak kelas ku sendiri ntah apa motif nya untuk mencoba mendapatkan cinta dari ku. Mata-mata liar yg setiap hari memandangi membuat aku ga percaya dengan perhatian2 yg selalu mereka beri setiap hari. Mereka pasti ada mau nya jadi tidak ada satu pun yg aku gubris

Sampai akhir nya aku bertemu dengan seorang kakak kelas saat aku berlatih paskib. Waktu itu dia sedang berlatih basket karena posisi latihan berada di lapangan yg sama otomatis aku bisa melihatnya

Dia ganteng, kulit nya putih dan rambut nya mengikuti trend apalagi alis nya yg tebal dan sorot mata yg tajam bisa bikin aku gelisah sendiri. Dia sering sekali curi2 pandang kepadaku, itu kata sahabatku

Saat sedang istirahat latian, dia tiba2 berada di sebelahku dan memberiku sebotol air mineral dingin. Kebetulan sekali tenggorokan ini sudah kering banget rasanya. “terimakasih” ucapku. Dia hanya tersenyum dan berkata

“Haikal”

Ya ampuuunn. Senyumnya bikin aku deg2an. Setelah perkenalan itu, kita semakin intens dalam berkomunikasi. Setiap hari dia selalu mengirim pesan romantis dan sangat perhatian sama aku. Hampir tiap hari dia jemput aku di kelas untuk pergi bersama di kantin

2 minggu setelah nya dia menyatakan cinta kepadaku, melalui sebuah puisi dan gitar yg dia main kan di depan kelas. Hati cewe mana yg tidak luluh diperlakukan begitu

Aku terima cintanya dan mulai hari itu kita resmi pacaran. Hari2 bersamanya sangat sangat indah, maklum dia adalah cinta pertamaku. Semua hal kita lalui bersama, bahkan saat aku lagi sedih pun dia selalu meluangkan waktu jadwal latian basket nya hanya untuk betemu denganku
Aku adalah perempuan paling beruntung di dunia, itu pikirku. Dia lelaki yg tampan dan perhatian sekali sama aku. Ga jarang banyak sindiran dan ucapan nyinyir dari kakak kelasku saat tau dia adalah pacarku

Di bulan kedua saat aku berpacaran dengan nya, dia membawa ku untuk bertemu teman2 basket nya. Dia ikut komunitas basket freestyle. Dia adalah personil paling muda dibandingkan yg lainnya. Semua udah SMA bahkan ada yg sudah kuliah. Hebat sekali pacarku ini, di usia yg masih belia dia menjadi bagian dari komunitas basket freestyle di kota ini

Aku makin kagum melihat aksi nya di lapangan. Dia suka sekali mempermalukan lawan nya, setelah itu dia selalu melihatku dan mengedipkan mata nya kepadaku. Tidak jarang teman2nya menyoraki dan menggodaku. Aku sangat tersipuuuu..

Bergaul dengan usia yg lebih tua ternyata juga membawa dampak negatif. Pacarku tidak berperilaku sebagaimana anak seusia nya. Dia sudah mengenal rokok dan minuman, walaupun hanya segelas dua gelas. Biar gaul katanya..

Di bulan ketiga dia membawa ku ke rumah nya untuk dikenal kan ke orang tua nya. Wah grogi banget, memang umur dan wajahku masih menunjukan bahwa aku berumur 13 tahun tapi aku yakin siapa pun yg melihat posturku pasti mengira aku adalah anak SMA. Sampai disana tidak ada siapapun ternyata. Orang tua nya sedang pergi, begitu katanya. Terus ngapain dia ajak aku ke rumah

Dia mengajak ku nonton film ternyata. Dan tau apa yg kita tonton? Sebuah film semi. Apa-apaan dia!! dia belum cukup umur untuk menonton ini, apalagi aku yg masih umurnya segini. Aku pengen kabur aja dari rumah nya takut terjadi hal yg gak2 tapi dia berhasil menahanku. Dengan bujuk rayu nya aku luluh dan malah ikut nonton walaupun aku ngerasa agak aneh nontonnya

Hari-hari berikutnya dia sering sekali ngajak aku untuk ke rumah. Nonton film katanya, setelah aku tau bahwa orang tua nya selalu tidak ada di rumah ketika hari minggu. Ajaran yg salah dari teman2nya membuat nya terpengaruh. Dia mulai berani mencium dan melakukan hal yg tidak2. Aku selalu menolak tapi apa daya tenaga wanita hanya seberapa dan mulut nya selalu mengeluarkan racun yg sangat manis

Hingga akhirnya, saat itu kita berdua udah biasa melakukan hal seperti itu. Dia meminta lebih, jelas aku menolak. Gilaaa.. aku masih terlalu kecil untuk hal ini. Dia memaksaku, kalau tidak dia akan memutuskan ku. Mana mungkin aku mau putus dengannya. Dia lelaki tampan dan aku sangat menyayangi nya. Dengan bujuk rayu nya dia sudah berada diatas tubuhku

“kamu tetap mencintaku kan?”

Dia mengangguk dan tersenyum

Terjadilah perbuatan yg semestinya tidak dilakukan oleh anak seusia kami. Dia memang membuktikan ucapannya. Dia tetap cinta kepadaku, perilaku nya pun menunjukan dia makin perhatian kepadaku. Gak rugi aku melakukannya, batinku bahkan aku merasa aku bukan lah diriku yg polos seperti dulu. Aku tidak sepolos dan aku juga ketagihan malah

Hampir ada satu satu tahun, lebih tepat nya saat aku akan kenaikan kelas dan dia sudah berada di SMA sekarang. Hampir setiap pekan dia selalu menagih jatah nya. Ntah sudah berapa kali kami melakukan sampai akhir nya aku melihat dengan mata kepala ku sendiri. Dia duduk dan memangku cewe lain di tempat latiannya basket. Aku gapercaya dgn apa yg kulihat. Aku datang dan melabrak nya. Aku memaki cewe itu dan cewe itu cuma bingung, siapa dia? Batinnya

“kamu siapa?” begitu ucap pacarku

Apa-apaan dia? apa maksudnya ngomong seperti itu?

Aku menangis, sakit sekali rasanya. Semua temannya melihatiku dan permainan basketnya pun terhenti. Pacarnya sendiri tidak diakui di depan teman2nya. Lalu aku meninggalkannya dan pulang ke rumah. Jangan sampe papa tau atau beliau bisa marah besar. Aku menutup rapat2 masa laluku ini dari siapapun termasuk teman2ku. Aku menyesal berpacaran dengannya, paras tampan tidak menjamin dia anak baik2. Hampir 2 tahun aku menutup diri dari yg namanya laki2. Semua laki2 yg mendekat tdk pernah aku ladeni. Semua sama saja, bajingan. Naik kelas X, Papa dipindah tugaskan ke kota ini. Aku senang karena disini tdk ada yg tau tentang cerita masa laluku

Aku mengenal dia saat dia memenangkan juara lomba ter-ter an dengan 3 ajang berbeda. Se aneh itu kah dia sampai menyabet semua penghargaan. Kata temen sekelasku waktu MOS, dia adalah orang yg terancam tidak lulus MOS karena berantem dengan senior. Nakal sekali ini anak baru pertama MOS sudah berkelahi dengan senior pula, batin ku.

Hingga aku akhirnya tau dari teman sebangku di kelas X 2. Dia berkelahi karena melindungi teman kelas nya yg difitnah gara2 dituduh mencuri uang infaq. Waahh.. ada ya orang yg seperti dia? kenapa harus repot pasang badan untuk melindungi orang lain? Ntar malah susah sendiri akhirnya

Pendamping MOS ku bercerita bahwa dia juga lah yg menjadi pengganti pendamping MOS nya saat dihukum. Dan sekarang dia menjadi ketua kelas di kelas X 2. Duduk nya di pojok belakang dengan 3 orang teman nya yg gapernah serius belajar. Setiap hari guyon melulu dan selalu menonton di hape Galih ramai2. Apa yg dia tonton?

Makin hari dia makin menunjukkan siapa dirinya, tampangnya ga jauh berbeda dengan mantan ku haikal tapi tetep lebih ganteng haikal. 1 hal yg masih aku ingat sampai saat ini, ketika aku bertemu untuk pertama kali dengannya di kantin. Aku tidak pernah ngobrol dengannya dan aku tidak mengenal nya, hanya tau dia bernama Boy dan ketua kelas. Dia menyapaku dan menawari ku tempat duduk yg dia duduki karena keadaan kantin yg sedang ramai. Dia memaksa ku duduk, setelah itu dia pamit balik ke kelas sambil meminum es jeruk kesukaanya yg masih belum habis setengahnya. Wah.. gentle sekali dia, ga seperti kebanyakan laki2 lain di kantin yg pura2 ga melihat

Mulai hari itu aku ngerasa dia lelaki yg istimewa tapi aku juga takut dengan masa lalu ku jika sampai terulang. Karena rasa penasaran ku, mending aku duluan yg cari tau seperti apa dia. aku menggandeng nya sewaktu balik dari kantin menuju kelas. Ada yg marah ternyata, si Maya cemburu kepadaku. Wah ada yg naksir dia. hal itu lah yg makin membuatku penasaran sama cowo yg satu ini hingga aku beranikan diri untuk melakukannya di kelas. Aku memang gilaaaa. Bagaimana dia memandangku setelah ini, sesalku

Ternyata ketakutan ku tidak terbukti. Dia tetap menganggap dan memperlakukan ku sebagai teman seperti biasa malah aku yg geregetan dengannya. Tidak sekalipun dia menggoda atau meminta jatah kepadaku, malah aku yg memberikan. Ya ampuuunn sudah separah dan sehaus itu kah aku?

Waktu itu supirku tdk bisa menjemput karena mobil belum selesai servis. Aku gatau bagaimana cara nya pulang karena kebetulan aku tidak membawa dompet, sedangkan di rumah papa belum pulang. Mau dibayar pakai apa kalo aku naik taxi. Kebetulan aku bertemu dengannya dan dia menawariku, rezeki emang gak kemana

Dia mengantarku dan aku mempersilahkan dia masuk. Dia suka kepo ternyata padahal kita baru kenal. Dia mengingatkanku kpd sosok mama yg telah berpisah dengan papa saat aku masih SD. Aku menangis dan dia memelukku. Cara nya menghiburku sangat berbeda dengan mantanku. Dia sangat berbeda 180 derajat dengan tingkahnya saat di kelas. Ga ada guyonan yg dia gunakan untuk menghiburku. Dia memelukku dan aku suka. Cara nya memelukku menunjukkan dia lelaki istimewa. Dan hari itu dosa yg dulu pernah kulakukan terulang dan terus terulang dengannya. Bagaimanapun aku jatuh cinta sekarang dengannya sampai aku rela melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan hati nya dari saingan ku Maya

Dia, lelaki pertama yg kulihat menangis. Lelaki macam apa yg menangis seperti wanita. Aku tau dia seperti apa, dia tidak secengeng itu. Dia kenapa? Anak itu sama sekali tdk menjawab pertanyaanku. Malah main pulang saja

Dan hari ini dia membawaku ke tempat yg sangat indah. Aku kira dia hanya mengajakku pergi seperti biasa ternyata dia membawaku ke pantai. Ini adalah hal yg pertama kali nya bagiku. Selama di kota ini, Papa makin sibuk dengan kerjanya. Aku paham kok dan aku menerima
2 bulan terakhir aku dekat dengannya. Senang sekali rasanya ketika dia merespon ku. Setiap malam minggu kita keluar seperti anak muda lainnya walaupun 2 minggu sekali sih, tapi gapapa itu sudah cukup bagiku. Sampai akhirnya telinga ku mendengar sendiri bahwa dia menyatakan cinta untukku. Aku tidak percaya, aku kira dia hanya main2 denganku. Tentu aku senang tapi apa dia bisa menerima masa lalu ku yg sangat pahit

Memang kita sering melakukannya, tapi setelah dia tau tentang masa laluku apa dia tetap sama seperti biasanya?

Ntahlah…

Mendengar dia mencintakiku saja sudah cukup bagiku. Setelah ini semua terserah dia

Gue: Ya ampun Meeell, sejak SMP?

Amel: maafin aku Booooyyy, maafin akuuuu

Gue menghela nafas dalam2..rasanya bener2 sakit ketika tau dia kehilangan kesuciannya disaat seharusnya dia masih baru mengenal cinta apalagi dia diperlakukan dengan buruk oleh mantannya. Dia seperti dijadikan objek pemuas nya saja, kasihan sekali bidadari gue. Jujur aja setelah mendengar cerita masa lalunya Amel, gue jadi agak gimana gitu sama dia. Gilaaa… gue aja SMP kelas 1 baru mengenal apa itu film b*kep, bahkan belum tau caranya bersolo karir (re:nyabun ) lha bidadari gue malah udah ngelakuin yg kek gitu. Kepala gue puyeng banget, gue ga mengira aja sesedih itu cerita pas kehilangan keperawanannya. Mungkin kalo gue berpikir ala bocah dimana cewe ga virgin dianggep buruk pasti gue udah cari cewe lain atau bahkan gue deketin lagi aja si Maya lagian gue baru ngelakuin beberapa kali eh si Amel udah berkali2 cuman hati gue lebih banyak bicara dibanding nalar gue. Cara Amel memperlakukan gue itu istimewa banget, ga bakal bisa gue bandingkan dengan siapapun. Dengan dia juga, gue melepas perjaka gue. Apalagi pas dia rela bela2in belajar masak buat gue. Cowo mana yg ga melumer diperlakukan kek gitu bray? Makin sering ketemu, makin nyaman gue dibuatnya. Hal itu lah yg membuat gue mengenyampingkan masa lalu Amel dan lebih melihat dari sisi kebaikan yg dia beri ke gue untuk ngeyakinin hati gue agar mantap memilih bidadari secantik dan sebaik Amel

Gue: Ya kalo masa lalu mu begitu aku bisa apa? Aku sudah terlanjur sayang sama kamu. Aku ga pengen kamu anggep aku manfaatin kamu. Aku pengen jadi orang yg sayang sama kamu aja. Kamu tau Mel, perawan ga perawan itu sama saja. Cinta itu soal hati bukan soal “itu”. Caramu memperlakukan ku membuat aku cinta sama kamu Mel. Aku gapeduli kamu virgin atau enggak, biar aku yg jadi pelindungmu

Amel: kamu inget waktu kamu nangis di kamar mandi rumahku? Kamu kenapa yang?

Gue: aku takut kamu menganggapku cuma manfaatin kamu doang Mel. Jujur emang waktu itu aku lagi pengen dan kita melakukannya. Tapi setelah itu aku menyesal, aku menyesal kenapa aku setega itu memanfaatkan orang yg sayang sama aku. Bener2 jahat banget aku Mel. Semenjak itu aku pengen jadi yg lebih berarti buat kamu. Seenggak nya aku ada untuk kamu, jadi pacar kamu Mel

Amel: kamu serius kan yang?

Gue: aku serius Mel, jadi gmn? Aku ditolak nih?

Amel: kata siapaaaaaaa

Gue: kok daritadi aku ga diterima?

Amel: aku mau jadi pacarmu Boy

Gue: serius

Amel: serius (sambil membelai pipi gue)

Gue: yakiiiiiinnn?

Amel: yeee malah nyengir, tauh ah bodo amat. Kalo kamu sayang sama aku coba tangkep aku

Seketika Amel langsung lari menuju pinggir pantai dan main air lagi. Gue punya pacar sekaraaaannggg..

Gue kejar dia kesana, cipratan air dan gumpalan pasir basah mendarat sampe ke muka gue. Dia terlihat sangat bahagia sekali mungkin baru ini gue lihat Amel bisa sebahagia ini

“..PUUKK..” pasir basah mendarat mengenai muka gue

Amel berlari dan mengguyur mata gue pake air mineral. Membersihkan sisa2 pasir yg mungkin masih nyangkut di mata. Periihh braayy

Amel: maaf yaaanng

Gue: eh iya udah gapapa yang

Amel: sini yang sini (diciumnya mata kiri gue yg kena pasir tadi )

Langsung dah gue gendong sambil berpelukan, kan udah pacar bray

Amel: yang, kalo kamu pengen gimana?

Gue: yaudah tolak aja lah yang

Amel: kok gitu?

Gue: ya gitu lah pokok nya (aslinya ngareeepp )

Amel: yakiiiinn?

Gue: huahahaha enggaaaaa

Amel: yaudah sih kalo mau ya hayuuukk kan udah pacaran kita

Manteeeeeppp beneeeerr yaaaannggg

Dapet lampu hijau dari bidadari Amel gimana ga dobel2 seneng gue bray? Tapi ya tujuan gue macarin dia kan ga buat tempur bray. Pengen ada yg ngisi aja nih hati gue, jangan lama2 kosong ntar banyak sarang laba2 nya gimana. Lagian jumlah cewe kan lebih banyak dari cowo. Ga percaya? Jumlah murid perempuan sama laki di kelas lu banyak mana? Perempuan kan? Naahh itu Cuma contoh kecilnya aja. Jadi masa iya gue betah jomblo lama2?

Legaaa bangett gueeee. Gue bisa nyatain perasaan gue ke bidadari gue satu ini. Apalagi nembak nya di tempat yg yahud kek pantai ini. Pantai nya emang worth it lah. Gak salah gue ngikutin saran abangnya Charles

Akhirnya hati gue sudah ada pemilik nya…

Amel sudah memenangkan hati gue. Dia pacar gue sekarang. Gue gatau apa gue bisa menahan nafsu nanti, tapi setidak nya ketika kita melakukannya lagi rasa yg gue beri ke dia adalah cinta bukan nafsu.

Sangat sangat naif.. tapi ya semoga saja begitu

[AONBERITA]

Share Button

Comments

comments