Berita Game – Mantan Game Developer Dihukum Mati

Share Button

Berita Game – Mantan Game Developer Dihukum Mati

2992198-amir

Berita Game, Aon Berita – [UPDATE] CBS News kini telah mengkonfirmasi  dengan para pejabat AS bahwa Amir Hekmati telah dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tahanan. Hekmati, bersama dengan beberapa teman nya yang lain di Iran-Amerika yang dibebaskan juga pada hari ini, akan diterbangkan dari Iran ke Swiss dan kemudian dibawa ke sebuah pangkalan militer AS di Landstuhl, Jerman, di mana perawatan medis akan tersedia. Untuk lebih lanjut tentang cerita ini, membaca laporan CBS News penuh.

Cerita asli di bawah.

Sebagai bagian dari pertukaran tawanan dengan Amerika Serikat, Iran telah merilis empat tahanan Iran-Amerika, termasuk mantan pengembang video game yang pada satu waktu dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Iran. Hal ini menurut The New York Times dan laporan berita Iran diterbitkan pada hari Sabtu.

Pengembang game tersebut, 32 tahun Amir Hekmati, dihukum karena mata-mata dan menciptakan materi propaganda saat menjabat sebagai desainer di wargame studio Kuma Games. Hukuman mati kemudian terbalik, dilaporkan mendapatkan hukuman penjara 10 tahun sebagai gantinya. Dia telah berada di penjara sejak 2011.

Tahanan Iran-Amerika lainnya yang dirilis hari ini termasuk The Washington Post koresponden Jason Rezaian dan Saeed Abedini, seorang pendeta. The New York Times melaporkan bahwa berita Iran tidak membuat segera jelas siapa yang keempat adalah.

Pelepasan Hekmati dan lain-lain datang setelah lebih dari satu tahun negosiasi rahasia antara AS dan Iran.

Laporan dari outlet berita Iran mengatakan AS merilis tujuh warga Iran, meskipun identitas mereka tidak segera tersedia. Pertukaran tahanan ini rupanya terkait dengan kesepakatan nuklir baru-baru ini dengan Iran, “tapi hanya longgar.” Untuk lebih lanjut tentang cerita ini, memeriksa laporan New York Times penuh.

Cobaan Hekmati mulai Agustus 2011, setelah desainer game ditangkap di Iran atas tuduhan spionase sementara dilaporkan mengunjungi keluarganya di sana. Iran dilaporkan berdasarkan biaya pada pekerjaan Hekmati ini di Kuma Games, yang mengaku bertugas sebagai alat propaganda ditugaskan oleh US Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) dan CIA.

Sebagai bagian dari keyakinan aslinya, Hekmati konon mengaku tuduhan Iran. The New York Times melaporkan pada 2012 bahwa Iran memiliki sejarah menangkap warga AS, memaksa pengakuan dari mereka, membagi-bagikan hukuman yang keras, dan kemudian membebaskan mereka setelah pembayaran uang jaminan yang cukup besar.

[Aon Berita]

Share Button

Comments

comments